Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Percepatan elektrifikasi transportasi publik di daerah membutuhkan perencanaan matang. Mulai kesiapan armada, infrastruktur pengisian daya hingga pembiayaan.
Namun, keterbatasan akses terhadap data dan referensi masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan operator. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ITDP Indonesia menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dengan dukungan ViriyaENB, menghadirkan E-Bus Hub.
Platform digital ini menyediakan informasi, data, referensi, serta perangkat pendukung perencanaan elektrifikasi bus di Indonesia. Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Muiz Thohir mengatakan, pemerintah tengah mendorong penyusunan landasan hukum nasional untuk elektrifikasi angkutan umum perkotaan.
Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian dan memperjelas peran pemerintah pusat maupun daerah dalam mempercepat transisi menuju bus listrik.
"Kementerian Perhubungan tengah mendorong penyusunan landasan hukum nasional untuk elektrifikasi angkutan umum perkotaan. Landasan hukum ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan arah kebijakan yang jelas," tutur Muiz, Rabu (4/6).
Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang mengatakan, E-Bus Hub dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan pengetahuan dan implementasi elektrifikasi bus.
Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Sukuk Global US$ 3 Miliar, Permintaan Tembus 2,9 Kali
"Melalui E-Bus Hub, kami ingin membantu pemerintah daerah dan operator mengakses pengetahuan dan perangkat perencanaan tanpa harus memulai dari nol," ujarnya.
E-Bus Hub menyediakan tiga fitur utama. Pertama, peta sebaran bus listrik. Menyajikan perkembangan implementasi bus listrik di sejumlah kota, seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.
Kedua, kalkulator perencanaan bus kistrik, menyimulasikan kebutuhan biaya investasi dan operasional, serta potensi penurunan emisi gas rumah kaca dan polutan udara.
Ketiga, pusat pengetahuan (knowledge hub) yang menghimpun studi, publikasi, data, dan rekomendasi kebijakan terkait teknologi, operasional, pembiayaan, hingga elektrifikasi bus.
Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus mengatakan, E-Bus Hub merupakan kelanjutan kemitraan dengan ITDP Indonesia sejak 2023. Sebelumnya dimulai melalui penyusunan peta jalan elektrifikasi transportasi publik nasional.
ITDP Indonesia akan mengelola dan memperbarui platform tersebut agar dapat terus dimanfaatkan pemerintah daerah dan operator sebagai referensi dalam menyusun perencanaan elektrifikasi bus sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
