Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2026 tercatat meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa mencapai US$ 146,8 miliar, seiring dengan penerimaan pemerintah dan sejumlah transaksi eksternal.
Posisi tersebut naik US$ 500 juta dibandingkan dengan akhir September 2026 yang sebesar US$ 146,3 miliar.
Namun, secara tren tahunan, cadangan devisa Indonesia masih mengalami penurunan. Pada Januari 2026, posisi cadangan devisa tercatat mencapai US$ 154,58 miliar.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan cadangan devisa pada Oktober 2026 terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Baca Juga: Pemerintah Tambah OCBC NISP, Ini Daftar 16 Bank Penempatan DHE SDA
Meski demikian, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai.
"Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.
Aliran modal asing tersebut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ramdan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
