CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.550   21,00   0,12%
  • IDX 6.669   -9,68   -0,14%
  • KOMPAS100 877   0,24   0,03%
  • LQ45 662   -1,82   -0,27%
  • ISSI 234   0,12   0,05%
  • IDX30 368   -1,15   -0,31%
  • IDXHIDIV20 457   -0,46   -0,10%
  • IDX80 100   0,05   0,05%
  • IDXV30 128   0,60   0,47%
  • IDXQ30 118   -0,42   -0,36%

Ekonom Samuel Aset Manajemen menilai virus corona bisa perbaiki CAD di awal tahun ini


Senin, 10 Februari 2020 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. Suasana di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/8). BI mencatat defisit neraca transaksi berjalan (CAD) di sepanjang tahun 2019 sebesar US$ 30,4 miliar atau 2,72% dari PDB. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/08/2018


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Dengan adanya prospek penurunan impor akibat virus Corona, Lana juga melihat ini membawa kabar baik bagi nilai tukar rupiah untuk menguat. 

Pasalnya, dengan berkurangnya impor, ini bisa seiring dengan penurunan permintaan dollar Amerika Serikat (AS) untuk kegiatan perdagangan tersebut.

Baca Juga: Istana Kepresidenan susun strategi hadapi perlambatan ekonomi akibat virus corona

Lana pun memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di kuartal pertama tahun ini masih akan berfluktuasi dan akan berada di kisaran Rp 13.600-Rp 13.700.

Ia pun mengimbau adanya kebijakan dari BI bersama dengan pemerintah untuk terus melakukan usaha dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×