kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.845   43,00   0,26%
  • IDX 8.236   -54,69   -0,66%
  • KOMPAS100 1.164   -8,06   -0,69%
  • LQ45 836   -5,92   -0,70%
  • ISSI 295   -0,88   -0,30%
  • IDX30 435   -0,96   -0,22%
  • IDXHIDIV20 520   0,17   0,03%
  • IDX80 130   -0,90   -0,69%
  • IDXV30 143   0,75   0,53%
  • IDXQ30 141   -0,12   -0,09%

Ekonom ini menilai Indonesia sudah masuk zona resesi teknikal pada kuartal II


Senin, 03 Agustus 2020 / 09:47 WIB
Ekonom ini menilai Indonesia sudah masuk zona resesi teknikal pada kuartal II
ILUSTRASI. Foto aerial deretan gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (08/04). Ekonom ini menilai Indonesia sudah masuk zona resesi teknikal pada kuartal II. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi untuk triwulan 2-2020 pada 5 Agustus 2020 mendatang. 

Ekonom IKS, Eric Sugandi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 3,6% q/q (belum pengaruh dari adanya faktor musiman yang dapat mempengaruhi level pertumbuhan seperti Natal atau Lebaran) atau sekitar -4,7% yoy di triwulan 2-2020.

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia bulan Juli ada di level 46,9, naik tipis dari bulan Juni

“IKS memperkirakan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 3,6% quarter on quarter atau kontraksi sebesar 4,7% year on year di triwulan 2-2020,” ujar Eric dalam keterangan resminya, Senin (3/8). 

Perkiraan tersebut dibuat dengan kondisi masih mempertimbangkan dampak memburuknya kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 dan masih tertekannya konsumsi dan investasi domestik. 

Bahkan, IKS juga memprediksi bahwa Indonesia telah memasuki jurang resesi teknikal pada triwulan 2-2020.

Baca Juga: Rupiah diprediksi bergerak terbatas, sentimen eksternal jadi pemberat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×