kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ekonom: Inflasi tidak lagi jadi isu


Selasa, 15 Juli 2014 / 18:02 WIB
ILUSTRASI. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (kanan) secara simbolis memberikan bantuan kepada Duta Besar Republik Turki sebesar 100 ribu dolar AS. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Inflasi tahun ini sudah dalam trend melandai. Meskipun inflasi Juli bakal tinggi, namun secara tahunannya inflasi akan turun signifikan.

Kepala Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) A. Prasetyantoko berpendapat inflasi pada bulan Juli melihat trendnya memang akan tinggi, sesuai dengan prediksi Bank Indonesia (BI) yaitu 0,8%-1,2%. Inflasi secara keseluruhan, diakui Prasetyantoko, hingga akhir tahun akan berada dalam target yaitu 4,5% plus minus 1%.

Sehingga, inflasi pada tahun ini tidak lagi menjadi isu yang perlu mendapat perhatian tinggi karena memang sudah melandai. "Secara musiman, inflasi (bulanan) Juli memang tinggi," ujar Prasetyantoko kepada KONTAN, Selasa (15/7).

Efek dari kenaikan BBM sudah tidak lagi terjadi di Juli sehingga secara tahunan inflasi akan turun ke 4,5%. Menurut dirinya, inflasi pada bulan Juni kemarin yang sebesar 0,43% tergolong rendah dibanding bulan yang sama tahun-tahun sebelumnya. "0,43% rendah lalu bulan berikutnya akan lebih tinggi," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×