kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekonom Danareksa Research Institute perkirakan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,09%


Minggu, 31 Oktober 2021 / 17:23 WIB
Ekonom Danareksa Research Institute perkirakan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,09%
ILUSTRASI. edagang melayani calon pembeli bahan makanan di Pasar kawasan Tanjung Duren, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Ekonom Danareksa Research Institute perkirakan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,09%.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan terjadi peningkatan harga (inflasi) pada bulan Oktober 2021, setelah pada bulan September 2021 mengalami penurunan harga (deflasi) sebesar 0,04% month on month (mom).

Kepala ekonom DRI Rima Prama Artha mengatakan, inflasi pada bulan Oktober 2021 sebesar 0,09% mom atau sebesar 1,65% year on year (yoy). 

“Peningkatan ini didorong oleh peningkatan kelompok harga bergejolak dan kelompok harga diatur oleh pemerintah,” ujar Rima dalam laporannya, seperti dikutip Minggu (31/10). 

Rima kemudian memerinci, kelompok harga bergejolak diperkirakan mencatat inflasi sebesar 0,18% mom atau 3,28% yoy. Peningkatan ini disulut oleh peningkatan beberapa harga pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam. 

Baca Juga: Bank Permata proyeksi inflasi Oktober 2021 sebesar 0,10% mom, ini faktor pendorongnya

Sementara itu, harga barang yang diatur oleh pemerintah diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,11% mom atau secara tahunan 1,25% yoy. 

Dari sisi komponen inti, diperkirakan mencatat inflasi sebesar 0,07% mom atau lebih rendah dari 0,13% mom pada bulan September 2021. Namun, secara tahunan tercatat 1,33% yoy atau lebih tinggi dari September 2021 yang sebesar 1,30% yoy. 

Rima bilang, pergerakan ini didorong oleh permintaan publik yang masih lemah meski sudah ada pelonggaran restriksi. Hal ini mengindikasikan masyarakat masih menahan konsumsi setelah ada peningkatan kasus harian Covid-19 pada kuartal III 2021. 

Masih lemahnya permintaan masyarakat juga terlihat dari penjualan ritel yang turun 1,13% mom atau secara tahunan turun 1,83% yoy dan juga penjualan kendaraan yang turun 7,31% mom, serta penjualan makanan turun 2,06% mom. 

Selanjutnya: Biaya logistik turun, J&T Express optimis dapat mendorong pertumbuhan bisnisnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×