kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Ekonom Danareksa Research Institute perkirakan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,09%


Minggu, 31 Oktober 2021 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. edagang melayani calon pembeli bahan makanan di Pasar kawasan Tanjung Duren, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Ekonom Danareksa Research Institute perkirakan inflasi Oktober 2021 sebesar 0,09%.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan terjadi peningkatan harga (inflasi) pada bulan Oktober 2021, setelah pada bulan September 2021 mengalami penurunan harga (deflasi) sebesar 0,04% month on month (mom).

Kepala ekonom DRI Rima Prama Artha mengatakan, inflasi pada bulan Oktober 2021 sebesar 0,09% mom atau sebesar 1,65% year on year (yoy). 

“Peningkatan ini didorong oleh peningkatan kelompok harga bergejolak dan kelompok harga diatur oleh pemerintah,” ujar Rima dalam laporannya, seperti dikutip Minggu (31/10). 

Rima kemudian memerinci, kelompok harga bergejolak diperkirakan mencatat inflasi sebesar 0,18% mom atau 3,28% yoy. Peningkatan ini disulut oleh peningkatan beberapa harga pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam. 

Baca Juga: Bank Permata proyeksi inflasi Oktober 2021 sebesar 0,10% mom, ini faktor pendorongnya

Sementara itu, harga barang yang diatur oleh pemerintah diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,11% mom atau secara tahunan 1,25% yoy. 

Dari sisi komponen inti, diperkirakan mencatat inflasi sebesar 0,07% mom atau lebih rendah dari 0,13% mom pada bulan September 2021. Namun, secara tahunan tercatat 1,33% yoy atau lebih tinggi dari September 2021 yang sebesar 1,30% yoy. 

Rima bilang, pergerakan ini didorong oleh permintaan publik yang masih lemah meski sudah ada pelonggaran restriksi. Hal ini mengindikasikan masyarakat masih menahan konsumsi setelah ada peningkatan kasus harian Covid-19 pada kuartal III 2021. 

Masih lemahnya permintaan masyarakat juga terlihat dari penjualan ritel yang turun 1,13% mom atau secara tahunan turun 1,83% yoy dan juga penjualan kendaraan yang turun 7,31% mom, serta penjualan makanan turun 2,06% mom. 

Selanjutnya: Biaya logistik turun, J&T Express optimis dapat mendorong pertumbuhan bisnisnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×