kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Ekonom Core proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini lebih rendah


Selasa, 30 Juli 2019 / 17:06 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Penurunan investasi dalam sektor manufaktur itu terjadi di Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun, investasi di sektor tersier seperti jasa dan sektor primer malah mengalami kenaikan.

Baca Juga: Persepsi ekonomi Indonesia membaik, KSSK: Stabilitas keuangan kuartal II 2019 terjaga

Pembenahan iklim investasi ini memang diperlukan karena masih ada peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi manufaktur. Apalagi saat ini mulai ada tren relokasi industri dari China yang disebabkan oleh perang dagang.

Namun, Core mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki harapan dalam pertumbuhan ekonomi setelah tahun 2019. Namun, hal ini bergantung pada mereka yang terpilih dalam jajaran kabinet baru, khususnya tim ekonomi yang akan diumumkan pada Oktober nanti.

Baca Juga: Pemerintah optimistis penanaman modal hingga akhir tahun ini capai Rp 792 triliun

"Selain itu, keseriusan presiden dan tim ekonomi dalam menjalankan agenda ekonomi Indonesia. Konsistensi juga dituntut untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan ekonomi. Itu harapan Indonesia," tambah Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×