kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom BSI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2023 Cuma 4,94%


Jumat, 03 November 2023 / 16:21 WIB
Ekonom BSI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2023 Cuma 4,94%
ILUSTRASI. Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 diperkirakan tumbuh sebesar 4,94%


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 diperkirakan tumbuh sebesar 4,94% secara tahunan alias year on year (YoY). Angka ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi konsensus sebesar 5,05% YoY.

Banjaran mengatakan, yang menjadi faktor pendorong perekonomian pada kuartal III 2023 adalah masih kuatnya Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia serta berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain itu, neraca perdangan Indonesia hingga September 2023 juga masih surplus, didukung oleh inflasi yang terjaga rendah sehingga menjaga daya beli konsumen.

Ke depan, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi seiring dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Natal.

Baca Juga: Faktor Musiman, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2023 Diproyeksi Melambat

Kemudian, pengeluaran pemerintah yang diramal akan ekspansif hingga akhir tahun, serta mulai adanya pengeluaran-pengeluaran untuk pemilu tahun depan juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun nanti.

"Dan, konsumsi swasta yang diprakirakan tetap kuat sejalan inflasi yang terjaga rendah," ujar Banjaran kepada Kontan.co.id, Jumat (3/11).

Namun, Banjaran meminta untuk mewaspadai dampak pelemahan ekonomi global seperti Tiongkok dan Eropa, serta pelemahan nilai tukar Rupiah lantaran berpotensi menurunkan kinerja eksternal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×