kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom Bank Permata Proyeksi Deflasi 0,04% Terjadi di September 2024


Senin, 30 September 2024 / 05:40 WIB
Ekonom Bank Permata Proyeksi Deflasi 0,04% Terjadi di September 2024
ILUSTRASI. Deflasi diproyeksi kembali terjadi di bulan September 2024


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diproyeksi kembali mengalami deflasi pada bulan September 2024. Artinya, ini akan menjadi deflasi bulan kelima secara beruntun.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, deflasi pada September diperkirakan mencapai 0,04% secara bulanan atau month-to-month (mtm). Proyeksi tersebut bergerak tipis dari deflasi pada Agustus 2024 yang mencapai 0,03% mtm.

Sementara itu, secara tahunan, Josua memperkirakan, IHK mencatatkan inflasi sebesar 1,92% year-on-year (yoy), lebih rendah dari inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 2,12% yoy.

Josua menyampaikan, faktor terjadinya deflasi pada bulan September karena terdapat beberapa harga komoditas pangan yang masih turun.

“Jadi, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa deflasi ini adalah selalu merupakan penurunan daya beli. Karena inflasi itu ada dua sisi, permintaan dan juga supply-nya,” tutur Josua kepada awak media, Kamis (26/9).

Baca Juga: Deflasi 4 Bulan Beruntun, Indef Desak BI Turunkan Suku Bunga

Ia menambahkan, harga pangan yang masih rendah terjadi akibat seri panen raya yang menyebabkan harga pangan mengalami pergerakan yang cukup signifikan.

Sepanjang tahun ini, setidaknya terdapat dua panen raya yang terjadi yakni di Bulan April dan di Bulan September.

Hal ini menyebabkan persediaan pangan melonjak, dan menyebabkan harga pangan menurun cukup signifikan.

“Jadi panennya ini agak berseri, awalnya April-Mei itu padi, beras. Kemarin Agustus kan bawang merah,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×