kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ekonom Bank Permata: Defisit neraca dagang sinyal belanja modal meningkat


Rabu, 15 Mei 2019 / 18:28 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia bulan April 2019 kembali defisit jumbo mencapai US$ 2,5 miliar. Defisit terbesar sejak Juli 2013 yang sebesar US$ 2,3 miliar. Ekonom menilai kenaikan impor tersebut sebagai indikasi perusahaan meningkatkan belanja modal.

Defisit ini terjadi lantaran nilai ekspor April sebesar US$ 12,6 miliar, turun 10,8% dibanding bulan sebelumnya dan turun 13,1% year on year (yoy). Sementara nilai impor tercatat US$ 15,1 miliar, naik 12,25% dibanding bulan sebelumnya. Meski turun 6,58% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, peningkatan impor terutama pada kelompok barang mesin dan alat-alat elektronik menjadi sinyal bahwa perusahaan sudah mulai kembali membeli barang modal.

"Sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada pertumbuhan pengeluaran investasi pada kuartal-II 2019," kata Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (15/5).

Josua melanjutkan, faktor musiman menjelang Idul Fitri juga akan membuat impor barang konsumsi meningkat. Sehingga, defisit perdagangan pada awal kuartal kedua tahun ini mengindikasikan potensi pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2019.

"Ini akan cenderung mendorong pelemahan rupiah," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×