kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Sri Mulyani akui membengkaknya defisit neraca dagang sebagai tantangan berat


Rabu, 15 Mei 2019 / 16:56 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Neraca dagang April 2019 mengalami defisit neraca dagang cukup dalam yaitu US$ 2,5 miliar. Secara tahunan, defisit disebabkan penurunan ekspor maupun impor. Defisit jumbo neraca dagang ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, impor mengalami kontraksi bersamaan dengan ekspor yang mengalami kontraksi yang lebih dalam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor turun 6,58% secara tahunan (yoy) sedangkan ekspor turun 13,10%.

"Ini tantangan yang tidak mudah bagi kita," jelas Sri Mulyani saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Rabu (15/4).

Penurunan ekspor, jelas Sri Mulyani, merupakan dampak adanya perang dagang yang terus berlanjut hingga saat ini. Perang dagang membuat perdagangan dunia ikut melemah. Alhasil ekspor juga akan terus terdampak. "Ini berarti kita tidak mungkin andalkan ekspor sebagai engine of growth," ujar Sri Mulyani.

Sedangkan dari sisi impor, Sri Mulyani menaruh perhatian pada penurunan impor barang modal dan bahan baku. Pasalnya ini menggambarkan pergerakan industri dalam negeri mengalami tekanan yang cukup dalam. BPS mencatat bahan baku turun 6,28% yoy sedangkan barang modal turun 8,68% yoy.

"Nanti ini akan mempengaruhi pertumbuhan ke depan. Sinyal gambaran ekonomi dunia mengalami situasi tidak mudah dalam hal menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×