kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.545   15,00   0,09%
  • IDX 6.771   -87,65   -1,28%
  • KOMPAS100 902   -14,06   -1,54%
  • LQ45 662   -7,51   -1,12%
  • ISSI 245   -2,69   -1,08%
  • IDX30 374   -2,92   -0,77%
  • IDXHIDIV20 457   -4,41   -0,96%
  • IDX80 103   -1,24   -1,19%
  • IDXV30 130   -1,36   -1,03%
  • IDXQ30 120   -0,85   -0,71%

Efek Penurunan Harga Komoditas, Setoran PNBP Anjlok 4,5% hingga Februari 2025


Jumat, 14 Maret 2025 / 13:08 WIB
Efek Penurunan Harga Komoditas, Setoran PNBP Anjlok 4,5% hingga Februari 2025
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir Februari 2025 hanya mencapai Rp 76,4 triliun. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir Februari 2025 hanya mencapai Rp 76,4 triliun atau 14,9% dari target APBN 2025.

Sayangnya, realisasi tersebut mengalami penurunan 4,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 80 triliun.

"Realisasi PNBP, semuanya konsisten dengan kondisi ekonomi," ujar Wamenkeu Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers, Kamis (14/3).

Anggito memerinci, PNBP Sumber Daya Alam (SDA) migas hanya terkumpul Rp 17,5 triliun atau turun 1,7%. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan ICP serta lifting gas bumi akibat penyusutan produksi alamiah.

Baca Juga: Kementerian ESDM Rencana Kerek Tarif PNBP Komoditas Mineral & Batubara, Ini Daftarnya

Kemudian, PNBP SDA Nonmigas tercatat Rp 16.3 triliun atau turun 7,2% yang dipengaruhi oleh penurunan harga dan produksi batubara.

Begitu juga dengan PNBP lainnya yang hanya terkumpul Rp 23,3 triliun atau mengalami penurunan 16%. Hal ini disebabkan karena penurunan penjualan hasil tambang akibat turunnya harga komoditas dan produksi batubara, serta penurunan PNBP K/L.

Sementara itu, PNBP BLU hanya terealisasi Rp 8,4 triliun atau turun 16,9% yang dipengaruhi oleh penurunan tarif pungutan ekspor kelapa sawit.

Di sisi lain, pos PNBP dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tercatat Rp 10,9 triliun atau tumbuh 12,1% dikarenakan adanya peningkatan setoran dividen interim dari BUMN Perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×