kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Dunia Usaha Melambat di Awal 2026, Kadin Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat


Jumat, 17 April 2026 / 17:29 WIB
Dunia Usaha Melambat di Awal 2026, Kadin Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat
ILUSTRASI. Booth Dharma Polimetal Tbk. di ajang GIIAS 2025. (KONTAN/Baihaki). Meskipun masih positif, kegiatan usaha Q1 2026 melambat. Ketua Kadin DKI Jakarta soroti daya beli masyarakat yang lemah sebagai pemicu utama.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I-2026 tercatat masih berada di zona positif meski mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. 

Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia (BI), di mana nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 10,11%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan SBT pada kuartal IV 2025 yang mencapai 10,61%.

Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, menilai perlambatan tersebut sejalan dengan temuan berbagai survei yang menunjukkan aktivitas usaha memang mulai melambat pada awal tahun ini dibandingkan akhir 2025.

Baca Juga: Aktivitas Dunia Usaha Diproyeksi Menguat di Kuartal II-2026, Cermati Penopangnya

Menurutnya, salah satu faktor utama adalah kondisi keuangan yang belum sepenuhnya pulih, baik di dalam negeri maupun secara global.

Ia menyebut ketidakstabilan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah dan terbatasnya pembukaan Selat Hormuz, turut mengganggu rantai distribusi logistik.

"Dampak konflik di Timur Tengah dan masih terbatasnya pembukaan Selat Hormuz masih menjadi salah satu penyebabnya, di mana distribusi rantai logistik masih terkendala," ujar Diana kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2026).

Selain faktor eksternal, Diana juga menyoroti lemahnya daya beli masyarakat sebagai penyebab utama perlambatan.

Kondisi keuangan yang belum kuat membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya dan cenderung hanya fokus pada kebutuhan prioritas.

Baca Juga: Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Diproyeksi Meningkat pada Kuartal II-2026

Penurunan daya beli tersebut berdampak langsung pada dunia usaha, salah satunya melalui penumpukan barang di tingkat perusahaan. Kondisi ini memaksa pelaku usaha menurunkan tingkat produksi, yang pada akhirnya turut menekan arus kas (cash flow) perusahaan.

Di sisi lain, realisasi investasi juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Diana mengungkapkan, nilai investasi pada kuartal I 2026 diproyeksikan sebesar Rp 497 triliun, hanya sedikit meningkat dibandingkan realisasi kuartal IV 2025 sebesar Rp496,9 triliun. 

Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya terealisasi pada periode berjalan.

Ke depan, Diana tetap melihat prospek usaha dengan optimisme. Ia menilai masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di berbagai sektor.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa optimisme saja tidak cukup. Diperlukan dukungan regulasi yang memadai serta stabilitas geopolitik global untuk mendorong pemulihan yang lebih kuat.

"Perlu political will dari pemerintah untuk menggenjot daya beli masyarakat, menstabilkan perekonomian, dan mendorong masuknya investasi," katanya.

Baca Juga: Aktivitas Dunia Usaha Melambat di Akhir 2025, BI Pastikan Masih di Zona Positif

Saat ini, lanjut Diana, mayoritas pelaku usaha masih mengambil sikap hati-hati dengan pendekatan wait and see. Mereka cenderung menahan ekspansi maupun pembukaan lini bisnis baru hingga kondisi ekonomi lebih stabil.

Ia pun berharap konflik di sejumlah kawasan, khususnya di Timur Tengah, dapat segera mereda dan jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal guna mendukung kelancaran distribusi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×