Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, Menteri Perindustrian M. Sarmuji menempatkan sektor industri sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Fokusnya diarahkan pada pembenahan industri yang memiliki kemampuan besar menyerap tenaga kerja sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.
"Industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian tentu harus kita utamakan," kata Sarmuji.
Sarmuji juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, khususnya dalam kebijakan impor untuk produk atau kebutuhan industri yang sebenarnya sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Baca Juga: Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle Kabinet Dalam Waktu Dekat
Selain itu, pengembangan industri akan berkaitan erat dengan agenda hilirisasi. Menurut Sarmuji, penguatan industri tidak dapat dipisahkan dari proses hilirisasi karena keduanya memiliki keterkaitan dalam mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Dengan demikian, setelah reshuffle, perhatian dunia usaha kini tidak hanya tertuju pada siapa yang mengisi posisi strategis di pemerintahan, tetapi juga pada seberapa konsisten kebijakan yang telah berjalan dapat dilanjutkan.
Kepastian regulasi dan kesinambungan program menjadi faktor penting agar pergantian pejabat tidak mengganggu agenda ekonomi yang sedang berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














