kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Duh, virus corona bisa menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 0,3%


Rabu, 12 Februari 2020 / 21:11 WIB
ILUSTRASI. Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). Virus corona bisa menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,11% - 0,3% dari target pemerintah tahun ini sebesar 5,3%. ANTARA FOTO/G


Reporter: Umar Tusin | Editor: Tendi Mahadi

"Ekspor ke China share-nya 16,8% atau US$ 28 miliar yang didominasi produk tambang batu bara,dan CPO. Di tengah virus corona harga komoditas ini akan terpukul lagi, dan neraca dagang akan memperbesar defisit jika tidak kita pikirkan," ujar Susiwidjono.

Selain itu, Susiwidjono mengatakan saat ini pemerintah sedang melakukan inventarisasi untuk mengambil peluang menggantikan ekspor China ke berbagai negara. Menurutnya ekspor China didominasi oleh mobile phone, laptop, dan barang-barang IT. 

Baca Juga: Corona mewabah, ekspor Indonesia ke China diprediksi turun di bulan Januari 2020

Saat ini Indonesia belum bisa menggantikan ekspor China, akan tetapi menurutnya ada potensi yang besar dari sektor fashion yang marketnya cukup besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×