kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Duh! Nilai impor BBM bisa membengkak!


Rabu, 12 Februari 2014 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi cara cek penerima BSU tahap 2.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pergerakan harga minyak dunia saat ini masih terbilang tinggi. Bahkan trend harga cenderung mengalami kenaikan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus bergerak ke atas harga US$ 100 dolar per barel.

Jika trend kenaikan harga tetap terjadi, diprediksikan nilai impor Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2014 akan membengkak. Hal ini disampaikan oleh Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman di Jakarta, Rabu (12/2).

Juniman bilang, harga minyak berperan cukup besar dalam menentukan nilai impor BBM. Meskipun pembelian minyak yang dilakukan oleh Indonesia melalui mekanisme forward trading, tetapi jangka waktunya tidak terlalu lama.

Faktor lain yang mempengaruhi impor minyak adalah tingkat konsumsi dalam negeri. Ia meramal, konsumsi minyak dalam negeri diperkirakan masih tetap tinggi. "Faktor harga dan konsumsi jika meningkat akan mendorong impor minyak kita," ujar Juniman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×