kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Duh, buruh tuntut Bundaran HI ditutup sampai besok


Rabu, 10 Desember 2014 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Yuk intip jadwal terbaru KRL Solo-Jogja di akhir pekan ini, Sabtu & Minggu, 24-25 Juni 2023


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ribuan buruh yang tergabung dari 40 konfederasi buruh se-Jabodetabek meminta jalan di Bundaran HI ditutup mulai Rabu (10/12) siang ini hingga Kamis (11/12).

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menutup jalan di sekitaran Bundaran HI mulai jam 12 siang nanti sampai esok hari," teriak seorang orator dari massa buruh. 

Dalam orasinya, dia mengatakan massa buruh ingin kawasan Bundaran HI menjadi lautan buruh dalam satu hari ini. 

"Pokoknya hari ini mulai jam 12 siang sampai esok hari Bundaran HI harus menjadi lautan buruh," teriak orator. 

Kondisi Bundaran HI saat ini masih dipenuhi lautan buruh, teriakan orasi dan teriakan buruh masih terdengar riuh di Bundaran HI. 

Suara klakson kendaraan yang ingin melintas di jalan tersebut tak kalah dengan suara orasi para buruh. Sorakan buruh terdengar ketika ada kendaraan pribadi yang memaksa menembus kumpulan buruh. 

Seperti yang di beritakan sebelumnya, unjuk rasa buruh berlangsung di bundaran HI Jakarta Pusat. Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam 40 serikat buruh mulai memenuhi bundaran HI. 

Berbagai tuntutan di orasikan dalam unjuk rasa tersebut, beberapa diantaranya ialah menolak kenaikan BBM, menuntut kenaikan upah minimum provinsi, dan mencabut sistem alih daya (outsourcing). (Desy Selviany)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×