kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Dubes Arab mengaku tak tahu soal Siti Zaenab


Rabu, 15 April 2015 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Industri penerbangan nasional kembali dihantam tantangan kenaikan harga avtur dan tren pelemahan kurs rupiah. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengakui, mekanisme eksekusi mati terhadap warga Indonesia Siti Zaenab sudah sesuai prosedur normal. Prosedur hukum itu berlandaskan keputusan pengadilan setempat.

Namun, Mustafa mengaku tidak tahu alasan pemerintahnya tidak memberi tahu waktu eksekusi kepada pemerintah Indonesia. Dia mengklaim, dirinya pun tidak mendapatkan informasi, kecuali setelah eksekusi dilakukan.

Seperti diketahui, pada tanggal 14 April kemarin, pemerintah Saudi mengeksekusi seorang WNI bernama Siti Zaenab. "Masalahnya bukan pada putusan pengadilan, tetapi soal waktu eksekusi kami akan mkenanyakannya kepada pemerintah kami," ujar Mustafa, Rabu (15/4) di Istana Negara, Jakarta.

Sebelumnya menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah menyampaikan keberatan atas tidak diinformasikannya eksekusi mati. Pihaknya juga telah memanggil pihak Dubes untuk menanyakan hal tersebut.

Terkait itu, Mustafa mengaku sudah mendapatkan surat pemanggilan tersebut tadi pagi. Ia juga mengaku terkejut dengan pemanggilan tersebut. Dan dirinya akan segera berbicara dengan pemerintah Saudi di Ryadh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×