kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dua usulan skema Tunjangan Pengangguran


Selasa, 28 November 2017 / 20:28 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski masih dikaji, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebut ada beberapa opsi skema pendanaan terkait penyediaan dana pengembangan keterampilan alias Skill Development Fund (SDF), dan Unemployement Benefit atawa Tunjangan Pengangguran.

"Skemanya bisa macam-macam. Misalnya melalui pendekatan fiskal bisa, atau melalaui social insurance dengan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa," kata Menteri Hanif kepada KONTAN, Selasa (28/11) di Jakarta.

Wacana SDF dan UB ini sendiri pertama kali diusulkan Menaker saat Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widoo soal Pendidikan Vokasi dan Implementasinya pada Kamis (16/11) lalu.

Kedua program ini diniatkan Menteri Hanif untuk terus meningkatkan kapasitas pekerja, baik bagi angkatan kerja baru maupun pekerja terkena PHK.

Melalui SDF pemerintah nantinya akan sediakan dana untuk pelatihan pekerja. Di samping menerima pelatihan, para pekerja ini juga akan dapat bantuan sosial berupa tunjangan pengangguran.

"Nah untuk pekerja terkena PHK biasanya sudah berkeluarga, pertanyaannya siapa yang urus keluarganya? Di sana hadir Unemployement Benefit, sebagai dana cadangan yang diberikan ke keluarganya," sambung Hanif.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur BPJS ketenagakerjaan Agus Susanto mengamini sudah ada komunikasi antara pihaknya dan Kemnaker.

"Iya sudah ada komunikasi, dan kininsedang dikaji," balas pesan pendek Agus.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×