kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dua proyek jalan tol yang dibiayai China terhambat


Senin, 06 Juni 2016 / 10:55 WIB
Dua proyek jalan tol yang dibiayai China terhambat


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Realisasi pembangunan dua proyek jalan tol yang didanai pinjaman dari China terhambat. Kedua ruas jalan tol tersebut adalah Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 58,50 kilometer (km) dan Manado-Bitung sepanjang 39 km. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Taufik Widjoyono mengatakan, penyebab terhambatnya pembangunan kedua proyek jalan tol itu adalah perubahan desain teknis terowongan di jalur tol Cisumdawu dan perubahan nama kontraktor di tol Manado-Bitung. 

Perubahan itu menyebabkan pinjaman untuk kedua proyek tersebut belum dapat dicairkan. "Aturan main pinjaman China, 10%-90%. 10% uang muka dari kita berbentuk rupiah murni dan 90% dari mereka (China). Ada implikasi (perubahan)," kata Taufik, akhir pekan lalu.

Sekadar catatan, untuk jalur tol Cisumdawu, total nilai kontrak pembangunannya mencapai Rp 3,169 triliun. Sementara proyek jalan tol Manado-Bitung total nilai investasinya sebesar Rp 1,128 triliun.

Sejatinya, ada empat proyek jalan tol yang pembiayaannya berasal dari pinjaman Exim Bank China. Selain Cisumdawu dan Manado-Bitung, dua ruas jalan tol lain adalah Balikpapan-Samarinda dan Solo-Ngawi-Kertosono.

Menurut Taufik, pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda dan jalan tol Solo-Ngawi-Kertosono tidak ada kendala. Dalam catatan KONTAN setidaknya investasi untuk ruas tol Balikpapan-Samarinda mencapai Rp 2 triliun, sedangkan untuk ruas tol Solo-Ngawi-Kertosono nilai investasinya Rp 3 triliun.

Sebelumnya Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-Pera, Hediyanto W Husaini mengharapkan seluruh pencairan pinjaman untuk proyek jalan tol tersebut bisa terselesaikan pada akhir Desember 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×