kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Dua cara menutupi kerugian Pertamina


Senin, 27 Juli 2015 / 19:00 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah tengah mencari cara menutupi kerugian PT Pertamina. Sebab, gara-gara Pertamina merugi, maka pemerintah tidak bisa menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat.

Padahal, saat ini harga minyak dunia tengah turun. Namun, karena untuk menutupi kerugian Pertamina ketika harga minyak naik, maka pemerintah tidak akan ikut menurunkan harga BBM.

Ada dua cara yang disiapkan pemerintah untuk menutupi kerugian Pertamina. Pertama, Pertamina akan mencari keuntungan dari sektor lain selain penjualan BBM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo mengatakan operasional Pertamina itu luas. Selain mengurusi maslaah BBM, Pertamina juga mengelola distribusi Elpiji.

Cara kedua, adalah dengan tetap menjaga harga BBM di level yang saat ini, meskipun harga minyak sedang rendah. Menurut Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Cara ini dinamakan strategi price moving.

Menurut Sudirman, kerugian Pertamina yang terjadi beberapa bulan lalu memang harus dikompensasi dengan keuntungan ketika harga minyak turun. "Dana kompensasi ini menjadi dana stabilitas," ujar Sudirman, Senin (27/7) di Istana Negara, Jakarta.

Dana stabilitas ini akan dikumpulkan Pertamina, untuk menjaga stabilitas harga BBM di kemudian hari. Sebab, harga minyak memang tidak akan selamanya turun, ada kalanya naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×