kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Dua cara menutupi kerugian Pertamina


Senin, 27 Juli 2015 / 19:00 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah tengah mencari cara menutupi kerugian PT Pertamina. Sebab, gara-gara Pertamina merugi, maka pemerintah tidak bisa menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat.

Padahal, saat ini harga minyak dunia tengah turun. Namun, karena untuk menutupi kerugian Pertamina ketika harga minyak naik, maka pemerintah tidak akan ikut menurunkan harga BBM.

Ada dua cara yang disiapkan pemerintah untuk menutupi kerugian Pertamina. Pertama, Pertamina akan mencari keuntungan dari sektor lain selain penjualan BBM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo mengatakan operasional Pertamina itu luas. Selain mengurusi maslaah BBM, Pertamina juga mengelola distribusi Elpiji.

Cara kedua, adalah dengan tetap menjaga harga BBM di level yang saat ini, meskipun harga minyak sedang rendah. Menurut Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Cara ini dinamakan strategi price moving.

Menurut Sudirman, kerugian Pertamina yang terjadi beberapa bulan lalu memang harus dikompensasi dengan keuntungan ketika harga minyak turun. "Dana kompensasi ini menjadi dana stabilitas," ujar Sudirman, Senin (27/7) di Istana Negara, Jakarta.

Dana stabilitas ini akan dikumpulkan Pertamina, untuk menjaga stabilitas harga BBM di kemudian hari. Sebab, harga minyak memang tidak akan selamanya turun, ada kalanya naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×