kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dua cara menutupi kerugian Pertamina


Senin, 27 Juli 2015 / 19:00 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah tengah mencari cara menutupi kerugian PT Pertamina. Sebab, gara-gara Pertamina merugi, maka pemerintah tidak bisa menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat.

Padahal, saat ini harga minyak dunia tengah turun. Namun, karena untuk menutupi kerugian Pertamina ketika harga minyak naik, maka pemerintah tidak akan ikut menurunkan harga BBM.

Ada dua cara yang disiapkan pemerintah untuk menutupi kerugian Pertamina. Pertama, Pertamina akan mencari keuntungan dari sektor lain selain penjualan BBM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo mengatakan operasional Pertamina itu luas. Selain mengurusi maslaah BBM, Pertamina juga mengelola distribusi Elpiji.

Cara kedua, adalah dengan tetap menjaga harga BBM di level yang saat ini, meskipun harga minyak sedang rendah. Menurut Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Cara ini dinamakan strategi price moving.

Menurut Sudirman, kerugian Pertamina yang terjadi beberapa bulan lalu memang harus dikompensasi dengan keuntungan ketika harga minyak turun. "Dana kompensasi ini menjadi dana stabilitas," ujar Sudirman, Senin (27/7) di Istana Negara, Jakarta.

Dana stabilitas ini akan dikumpulkan Pertamina, untuk menjaga stabilitas harga BBM di kemudian hari. Sebab, harga minyak memang tidak akan selamanya turun, ada kalanya naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×