kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

DPR, pemerintah dan TNI-Polri selidiki mafia beras


Jumat, 27 Februari 2015 / 11:40 WIB
ILUSTRASI. Muncul Jerawat saat Hamil, Ini Cara Ampuh Mengatasinya Moms


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah, termasuk TNI dan Polri, untuk menyelidiki dugaan adanya mafia beras yang membuat distribusinya tersendat. Menurut Novanto, kenaikan harga beras harus disikapi serius karena menyulitkan masyarakat.

"Harus kita berantas (mafia beras) karena ini menyengsarakan masyarakat," kata Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/2).

Novanto menuturkan, berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah, naiknya harga beras dipengaruhi oleh permainan pihak yang mendistribusikan beras. Penyebab lainnya adalah karena ketergantungan Indonesia pada impor beras sejalan dengan masih kurangnya produksi beras nasional.

"Sekarang ini Presiden sedang mengawasi terus pihak yang mengamputasi distribusi yang dilakukan para tengkulak," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR, Sarmuji, mengatakan bahwa kenaikan harga beras yang kini terjadi seharusnya dapat dicegah apabila Kementerian Perdagangan menerapkan manajemen peringatan dini atau early warning system. Namun, ia menilai Kementerian Perdagangan tidak mampu menerapkan sistem tersebut dan berdampak pada melonjaknya harga beras hingga 30 persen dari harga sebelumnya.

"Early warning system di Kementerian Perdagangan seharusnya berfungsi. Ini yang enggak jalan. (Saat harga beras naik) 10 persen dibiarkan terus hingga akhirnya naik 30 persen," kata politisi Partai Golkar itu. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×