kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DPR nilai pemerintah lamban tangani bencana Wasior


Selasa, 12 Oktober 2010 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Deretan Gedung Perkantoran Terlihat dari Ketinggian


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penanganan bencana banjir bandang yang menghantam Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menuai kritik dari parlemen. DPR menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana yang menewaskan lebih dari 147 orang tersebut.

Anggota parlemen yang tergabung dalam Kaukus Parlemen Papua menyatakan salah satu buktinya hingga sekarang pemerintah belum menetapkan bencana Wasior sebagai bencana nasional. "Tidak ada langkah konkrit. Kami kecewa dengan pemerintah pusat," kata Paskalis Kosay, Koordinator Kaukus Parlemen Papua, Selasa (12/10).

Paskalis menilai penanganan pemerintah berbeda saat menangani bencana Padang dan Aceh. Dia menilai pemerintah sangat cepat menangani bencana gempa di Padang dan tsunami di Aceh.

Meski ada menteri yang berangkat ke lokasi bencana, anggota DPR Diaz Gwijangge mengatakan tidak bermanfaat. "Menteri cuma jalan-jalan saja," katanya.

Padahal, dia mengatakan kondisi kesehatan pengungsi semakin buruk. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menaikkan status bencana Wasior menjadi bencana nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×