kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

DPR nilai pemerintah lamban tangani bencana Wasior


Selasa, 12 Oktober 2010 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Deretan Gedung Perkantoran Terlihat dari Ketinggian


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penanganan bencana banjir bandang yang menghantam Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menuai kritik dari parlemen. DPR menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana yang menewaskan lebih dari 147 orang tersebut.

Anggota parlemen yang tergabung dalam Kaukus Parlemen Papua menyatakan salah satu buktinya hingga sekarang pemerintah belum menetapkan bencana Wasior sebagai bencana nasional. "Tidak ada langkah konkrit. Kami kecewa dengan pemerintah pusat," kata Paskalis Kosay, Koordinator Kaukus Parlemen Papua, Selasa (12/10).

Paskalis menilai penanganan pemerintah berbeda saat menangani bencana Padang dan Aceh. Dia menilai pemerintah sangat cepat menangani bencana gempa di Padang dan tsunami di Aceh.

Meski ada menteri yang berangkat ke lokasi bencana, anggota DPR Diaz Gwijangge mengatakan tidak bermanfaat. "Menteri cuma jalan-jalan saja," katanya.

Padahal, dia mengatakan kondisi kesehatan pengungsi semakin buruk. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menaikkan status bencana Wasior menjadi bencana nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×