kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

DPR nilai pemerintah lamban tangani bencana Wasior


Selasa, 12 Oktober 2010 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Deretan Gedung Perkantoran Terlihat dari Ketinggian


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penanganan bencana banjir bandang yang menghantam Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menuai kritik dari parlemen. DPR menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana yang menewaskan lebih dari 147 orang tersebut.

Anggota parlemen yang tergabung dalam Kaukus Parlemen Papua menyatakan salah satu buktinya hingga sekarang pemerintah belum menetapkan bencana Wasior sebagai bencana nasional. "Tidak ada langkah konkrit. Kami kecewa dengan pemerintah pusat," kata Paskalis Kosay, Koordinator Kaukus Parlemen Papua, Selasa (12/10).

Paskalis menilai penanganan pemerintah berbeda saat menangani bencana Padang dan Aceh. Dia menilai pemerintah sangat cepat menangani bencana gempa di Padang dan tsunami di Aceh.

Meski ada menteri yang berangkat ke lokasi bencana, anggota DPR Diaz Gwijangge mengatakan tidak bermanfaat. "Menteri cuma jalan-jalan saja," katanya.

Padahal, dia mengatakan kondisi kesehatan pengungsi semakin buruk. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menaikkan status bencana Wasior menjadi bencana nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×