Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memfokuskan belanja APBN Tahun 2027 pada sektor-sektor yang langsung berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan transportasi.
Permintaan tersebut disampaikan Puan saat membuka Rapat Paripurna DPR RI Ke-18 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026), di tengah pembahasan awal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.
Menurut Puan, tekanan ekonomi global yang masih berlangsung membuat ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. Namun, di saat yang sama pemerintah tetap dituntut menjalankan pembangunan nasional di berbagai sektor.
Baca Juga: BI Prediksi Penjualan Eceran Tiga-Enam Bulan ke Depan Melambat, Tertekan Inflasi
Karena itu, DPR memandang pemerintah perlu melakukan penajaman belanja negara agar keterbatasan fiskal tidak mengurangi hak masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan.
"Sektor-sektor seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan transportasi harus tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup rakyat," ujar Puan.
Ia menegaskan APBN 2027 tidak hanya harus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mengurangi ketimpangan sosial.
Menurutnya, kualitas pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal tahun depan.
Pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas pemerataan pembangunan.
Puan juga menilai APBN 2027 perlu dijadikan momentum untuk melakukan konsolidasi fiskal sekaligus memperkuat program-program prioritas nasional agar pembangunan tetap berjalan inklusif di tengah tekanan global.
Baca Juga: Seperti Warisan! Anak Adies Kadir Resmi Jadi Anggota DPR, Cek Gaji & Tunjangannya
"DPR RI memahami bahwa penyusunan kerangka kebijakan fiskal tahun 2027 dilakukan dalam situasi global yang penuh tekanan dan risiko," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













