kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR diminta intensif awasi kinerja Komite Penanganan Covid-19 dan PEN


Minggu, 26 Juli 2020 / 20:54 WIB
DPR diminta intensif awasi kinerja Komite Penanganan Covid-19 dan PEN
ILUSTRASI. Pimpinan DPR Azis Syamsuddin (tengah) dan Rahmat Gobel (kiri) memimpin Rapat Paripurna masa persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Rapat mengagendakan pembahasan tindak lanjut RUU


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Kedua, harus ada penyederhanaan rantai birokrasi dan sistem pengambilan keputusan. Jadi komite ini tidak ada gunanya jika mengikuti pola-pola yang selama ini ada.

Ketiga, Apeksi berharap dibentuknya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat mempercepat realisasi belanja pemerintah pusat.

Baca Juga: Hipmi kolaborasi dengan Kemenpora lahirkan 5.000 pengusaha muda

Bima menyebutkan, pemerintah pusat harus menyadari jika pemulihan ekonomi saat ini jangan hanya mengandalkan sektor swasta atau korporasi, mengingat sektor ini terbilang masih belum bangkit.

Walikota Bogor ini mengatakan, di tengah pandemi covid-19, belanja pemerintah pusat merupakan sumber utama untuk mengerek ekonomi.

“Pemerintah pusat punya uang, punya alokasi dana, jadi government spending ini sources yang utama, mempercepat spending ini. Komite ini harus mengakselerasi government spending tadi,” kata Bima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×