kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

DPR desak pemerintah genjot produksi garam


Sabtu, 26 Februari 2011 / 09:25 WIB
DPR desak pemerintah genjot produksi garam
ILUSTRASI. Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir. KONTAN/Baihaki/16/10/2019


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR mendesak pemerintah menggenjot produksi garam. Ketua Komisi V DPR Akhmad Muqowam telah meminta Kementerian Kelautan dan Perikaanan untuk meningkatkan produksi sembilan daerah produsen garam untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Dengan peningkatan produksi ini, Akhmad berharap pemerintah tidak lagi perlu mengimpor garam. Saat ini saja Indonesia telah mengimpor garam dari luar negeri sekitar 1,8 juta ton. "untuk setiap tahunnya kita hanya mampu memproduksi sekitar 500 ribu sampai dengan 600 ribu ton pertahun," katanya.

Muqowam menjelaskan, saat ini harga jual garam lokal cukup tinggi ketimbang luar negeri. Sebagai contohnya, Australia menjual Rp 300 sampai Rp 400 per kilogram, sedangkan produksi dalam negeri bisa mencapai Rp 600 per kilogram. "Maka dari itu kita meminta menteri untuk dapat menggenjot 9 lokasi tersebut dan pada tahun 2012 dapat meningkatkan produksi garamnya," jelasnya.

Untuk informasi sembilan lokasi tersebut adalah Nusa Tenggara Timur, Pemakasan (Jawa Timur), Sampang (jawa Timur), Sumenep (Jawa Timur), Rembang (Jawa Tengah), Pati (Jawa Tengah), Cirebon (Jawa Barat), Indramayu (Jawa Barat) dan Sulawesi Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×