kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

DPR desak kembangkan industri gula


Rabu, 01 September 2010 / 14:33 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR mendesak Kementerian Perindustrian turun tangan mengembangkan industri gula nasional. Caranya dengan memodernisasi peralatan produksi untuk mencapai program swasembada gula pada 2014 mendatang.

Desakan ini muncul dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9). "Kalau Kementerian Perindustrian hanya sebagai koordinator saja, saya jamin swasembada gula tidak akan tercapai," kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid.

Kritik Abdul Wachid muncul setelah Menteri Perindustrian memaparkan program kerjanya pada tahun depan. Diantaranya, revitalisasi industri gula, pupuk, tekstil, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Hanya saja, peranan Kementerian Perindustrian sangat kecil dalam program tersebut karena keterbatasan anggaran. "Kementerian Perindustrian hanya bertindak sebagai koordinator saja,"ucap Hidayat.

Sebagai contoh, untuk pengembangan KEK hanya dianggarkan Rp 8,5 miliar. Kemudian, untuk revitalisasi industri tekstil dan aneka Rp 197,7 miliar, dan revitalisasi pabrik gula Rp 243,5 miliar. "Anggaran ini tidak mungkin bisa menumbukan industri lokal," kata Airlangga Hartarto, Ketua Komisi VI DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×