kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

DPR desak kembangkan industri gula


Rabu, 01 September 2010 / 14:33 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR mendesak Kementerian Perindustrian turun tangan mengembangkan industri gula nasional. Caranya dengan memodernisasi peralatan produksi untuk mencapai program swasembada gula pada 2014 mendatang.

Desakan ini muncul dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9). "Kalau Kementerian Perindustrian hanya sebagai koordinator saja, saya jamin swasembada gula tidak akan tercapai," kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid.

Kritik Abdul Wachid muncul setelah Menteri Perindustrian memaparkan program kerjanya pada tahun depan. Diantaranya, revitalisasi industri gula, pupuk, tekstil, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Hanya saja, peranan Kementerian Perindustrian sangat kecil dalam program tersebut karena keterbatasan anggaran. "Kementerian Perindustrian hanya bertindak sebagai koordinator saja,"ucap Hidayat.

Sebagai contoh, untuk pengembangan KEK hanya dianggarkan Rp 8,5 miliar. Kemudian, untuk revitalisasi industri tekstil dan aneka Rp 197,7 miliar, dan revitalisasi pabrik gula Rp 243,5 miliar. "Anggaran ini tidak mungkin bisa menumbukan industri lokal," kata Airlangga Hartarto, Ketua Komisi VI DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×