kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.049   49,00   0,27%
  • IDX 5.699   -241,63   -4,07%
  • KOMPAS100 751   -34,47   -4,39%
  • LQ45 568   -20,53   -3,49%
  • ISSI 197   -9,02   -4,38%
  • IDX30 323   -10,92   -3,27%
  • IDXHIDIV20 401   -10,64   -2,58%
  • IDX80 85   -3,59   -4,05%
  • IDXV30 110   -3,72   -3,28%
  • IDXQ30 105   -3,28   -3,04%

DPR desak kembangkan industri gula


Rabu, 01 September 2010 / 14:33 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR mendesak Kementerian Perindustrian turun tangan mengembangkan industri gula nasional. Caranya dengan memodernisasi peralatan produksi untuk mencapai program swasembada gula pada 2014 mendatang.

Desakan ini muncul dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9). "Kalau Kementerian Perindustrian hanya sebagai koordinator saja, saya jamin swasembada gula tidak akan tercapai," kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid.

Kritik Abdul Wachid muncul setelah Menteri Perindustrian memaparkan program kerjanya pada tahun depan. Diantaranya, revitalisasi industri gula, pupuk, tekstil, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Hanya saja, peranan Kementerian Perindustrian sangat kecil dalam program tersebut karena keterbatasan anggaran. "Kementerian Perindustrian hanya bertindak sebagai koordinator saja,"ucap Hidayat.

Sebagai contoh, untuk pengembangan KEK hanya dianggarkan Rp 8,5 miliar. Kemudian, untuk revitalisasi industri tekstil dan aneka Rp 197,7 miliar, dan revitalisasi pabrik gula Rp 243,5 miliar. "Anggaran ini tidak mungkin bisa menumbukan industri lokal," kata Airlangga Hartarto, Ketua Komisi VI DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×