kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

DPR desak kembangkan industri gula


Rabu, 01 September 2010 / 14:33 WIB
DPR desak kembangkan industri gula


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR mendesak Kementerian Perindustrian turun tangan mengembangkan industri gula nasional. Caranya dengan memodernisasi peralatan produksi untuk mencapai program swasembada gula pada 2014 mendatang.

Desakan ini muncul dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9). "Kalau Kementerian Perindustrian hanya sebagai koordinator saja, saya jamin swasembada gula tidak akan tercapai," kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid.

Kritik Abdul Wachid muncul setelah Menteri Perindustrian memaparkan program kerjanya pada tahun depan. Diantaranya, revitalisasi industri gula, pupuk, tekstil, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Hanya saja, peranan Kementerian Perindustrian sangat kecil dalam program tersebut karena keterbatasan anggaran. "Kementerian Perindustrian hanya bertindak sebagai koordinator saja,"ucap Hidayat.

Sebagai contoh, untuk pengembangan KEK hanya dianggarkan Rp 8,5 miliar. Kemudian, untuk revitalisasi industri tekstil dan aneka Rp 197,7 miliar, dan revitalisasi pabrik gula Rp 243,5 miliar. "Anggaran ini tidak mungkin bisa menumbukan industri lokal," kata Airlangga Hartarto, Ketua Komisi VI DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×