kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dongkrak ekspor ke AS, Kemendag targetkan GSP selesai dalam waktu dekat


Kamis, 23 Juli 2020 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Wamendag Jerry pada konferensi pers pemberlakuan Indonesia—Australia Comprehensive EconomicPartnership Agreement (IA-CEPA) Jumat (10/7)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

“Jadi keuntungannya ada di kedua belah pihak. Bukan hanya adanya kemudahan eksportir Indonesia, tapi sebenarnya Amerika Serikat juga diuntungkan. Produk-produk hortikultura, dairy, kedelai dan lain-lain dari Amerika itu volumenya besar. Dengan GSP ekspor-impor kedua negara akan berjalan lebih baik," tuturnya.

Menurut Jerry, prinsip resiprokal tersebut selalu ditekankan Presiden Joko Widodo dalam setiap perundingan. Indonesia memahami AS ingin mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, Indonesia juga ingin keuntungan dari negara mitra.

Baca Juga: Jerry Sambuaga: Perjanjian perdagangan jadi solusi atasi proteksionisme saat krisis

“Prinsip ini sesuai dengan paradigma terbaru perdagangan internasional yang menjunjung tinggi nilai keadilan. Jadi, baik dalam proses, hasil maupun dampaknya harus mencerminkan keadilan itu.” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×