kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Djoko Suyanto: Silakan Australia mau bikin apa


Selasa, 31 Desember 2013 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Seorang aktor dari 'The Center for Popular Democracy' (Pusat Demokrasi Populer) menirukan tindakan pencurian uang di luar markas besar Pfizer di New York City, Amerika Serikat, Senin (25/4/2022). REUTERS/David 'Dee' Delgado


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

BOGOR. Pemerintah Indonesia menanggapi dingin keputusan Departemen Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan untuk bersikap ekstra waspada ketika bepergian ke Indonesia, seperti ke Bali karena ada kemungkinan serangan teror.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto enggan menanggapi travel warning yang dikeluarkan pihak Australia terhadap warganay tersebut. "Silahkan saja Australia mau bikin apa," tutur Djoko saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/12).

Djoko kembali bertanya kepada awak media soal keamanan di Indonesia. Apakah awak media merasa aman tinggal di Indonesia. Dengan serentak para wartawan yang mengerubuni Djoko menjawab, "aman pak."

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan untuk bersikap ekstra waspada ketika berada di Indonesia, termasuk ke Bali karena kemungkinan adanya serangan teror.

Peringatan perjalanan terbaru ini menyebutkan bahwa teroris tetap aktif di Indonesia meskipun pihak keamanan sudah berusaha menghentikan mereka.

"Pihak berwenang Indonesia sudah memperingatkan bahwa kelompok ekstrimis mungkin berencana menyerang gereja di Jakarta dan di tempat lain di Indonesia, menjelang perubahan ke tahun 2014," demikian bunyi peringatan tersebut.

Awal Desember Kapolri Sutarman mengatakan ada berbagai indikasi bahwa kelompok militan sedang merakit bom guna menyerang rumah-rumah ibadah. "Kelompok teroris memiliki sel di mana-mana dan mereka aktif. Kami terus memburu mereka," kata Sutarman.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) memperingatkan bahwa ancaman terhadap warga Australia di Indonesia bukan sekedar di tempat-tempat ibadah seperti gereja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×