kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dipecat SBY, Jumhur Hidayat ucapkan terimakasih


Senin, 17 Maret 2014 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Mandiri. REUTERS/Darren Whiteside


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat resmi diberhentikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surat Keputusan pemberhentian itu ditandatangani SBY pada tanggal 11 Maret 2014.

Terkait hal tersebut, Jumhur mengaku berterimakasih kepada SBY, atas kepercayaannya selama dirinya menjabat Kepala BNP2TKI.

"Saya memohon maaf atas semua hal yang barangkali selama saya menjabat belum dapat memenuhi harapan," ujar Jumhur, Senin (17/3) di Jakarta.

Ia juga mengomentari orang yang menggantikannya sebagai Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansur. Menurutnya, Gatot merupakan sosok yang memiliki kredibilitas dalam mengurus TKI.

Selama ini, Gatot dikenal sebagai Duta Besar RI untuk negara Arab Saudi, yang ditempatkan di Riyadh. "Insya Allah akan lebih baik dari saya," katanya.

Sebelumnya, Jumhur diberhentikan SBY dengan alasan penyegaran, karena telah menjabat lebih dari tujuh tahun. Dalam Pasal 117 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 antara lain diatur bahwa jabatan Pimpinan Tinggi hanya dapat diduduki paling lama 5 (lima) tahun.

Oleh karena itu, pejabat eselon I yang sudah lebih dari 5 tahun menduduki jabatan yang sama harus dimutasikan ke jabatan lain atau diberhentikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×