kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana cekak, BNP2TKI pesimis berantas TKI ilegal


Senin, 10 Februari 2014 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah di akhir tahun 2022


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengaku, putus asa dalam menangani kasus TKI ilegal yang terjadi saat ini.

Jumhur Hidayat, Kepala BNP2TKI mengatakan, ketidakmampuan BNP2TKI dalam menangani kasus TKI ilegal tersebut disebabkan oleh minimnya anggaran penanganan TKI ilegal yang diberikan kepada lembaganya.

"Kami tidak punya uang. Misal, kalau kami razia 100 orang kena ditangkap dan dipulangkan ke daerah asal. Untuk memulangkan TKI ke daerah asalnya di Nusa Tenggara Barat saja, kami butuh biaya Rp 1,5 juta-Rp 2 juta. Kalau ada 20.000 orang saja TKI illegal, dalam setahun kami butuh dana Rp 30 miliar. Padahal, kami cuma diberi Rp 2 miliar," kata Jumhur dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR Senin (10/2).

Atas kondisi itulah Jumhur meminta DPR untuk kembali meninjau dan menambah anggaran yang mereka berikan kepada BNP2TKI.

"Sebenarnya kami bukan tidak mampu, tapi kalau kami disuruh berantas TKI illegal, tolong kasih kami uang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×