kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dino Pati Jalal calon kuat kepala BKPM


Senin, 22 Juli 2013 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi tips menurunkan berat badan dengan cepat dan aman.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah mempersiapkan pejabat baru Kepala Badan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang kini masih dirangkap oleh Menteri Keuangan, Muhammad Chatib Basri.

Berdasarkan informasi yang didapatkan KONTAN, SBY diketahui sedang mempersiapkan Dino Patti Jalal, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) untuk mengisi kepala BKPM. Informasi ini sempat ditanyakan KONTAN kepada Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat.

Namun ternyata, Hidayat tak menampik tetapi juga tak pula membenarkan kabar beredar tersebut. Namun menurutnya, posisi kepala BKPM mendesak untuk diisi orang yang berkompenten. Ia mengaku telah memberikan rekomendasi kepada Presiden tentang siapa saja yang menurutnya berpotensi mengisi jabatan kepala BKPM.

"Jadi bisa nanti berasal dari kalangan profesional, akademis dan diplomat. Jadi bapak presiden sekarang sedang mempertimbangkannya," tutur Hidayat. Nah saat ini, salah satu diplomat senior dan terbilang dekat dengan SBY adalah, mantan Juru Bicara Presiden, yaitu Dino.

Apalagi, jabatan Dino sebagai Dubes di AS sebentar lagi akan berakhir. Dengan demikian peluang besar terbuka bagi Dino untuk mengisi jabatan kepala BKPM. Namun Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah enggan menjawab informasi ini.

Ia mengelak dengan alasan, pengumuman resmi tentang siapa calon BKPM akan disampaikan langsung oleh Presiden. "Jadi kita tunggu saja bapak presiden," tuturnya diplomatis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×