kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dimohonkan PKPU, produsen Big Cola berkomitmen bayar utang


Selasa, 23 Oktober 2018 / 17:39 WIB
Dimohonkan PKPU, produsen Big Cola berkomitmen bayar utang
ILUSTRASI. Big Cola


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aje Indonesia, produsen minuman bersoda Big Cola menyatakan komitmennya membayar utang-utangnya atas permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang tengah dihadapinya kini.

Aje dimohonkan PKPU oleh PT Cahaya Muda Kreasi. Permohonan didaftarkan Cahaya di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 151/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst pada 15 Oktober 2018 lalu.

Terkait permohonan, kuasa hukum Cahaya Daniel Marbun dari Kantor Hukum HK & Associates tak merinci permohonannya, termasuk soal nilai tagihan. Ia hanya bilang, kliennya memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih

"Intinya termohon memiliki tagihan yang telah jatuh tempo, dan dapat ditagih sehingga kita mengajukan permohonan PKPU," ungkap Daniel usai sidang perdana di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Sementara relasi hukum, dan oleh karenanya soal tagihan antara Cahaya dan Aje disebut Daniel terjalin lantaran, sebagai perusahaan periklanan Cahaya menggarap beberapa acara yang diselenggarakan Aje.

Sedangkan Legal Officer Aje yang enggan disebutkan namanya bilang, menghadapi perkara pihaknya siap menunaikan utang-utang yang ditagih Cahaya. Dalam sidang pun, Aje telah mengajukan penawaran untuk memenuhi kewajibannya.

"Iya kita siap bayar tunai, karena memang kami pikir pemohon terburu-buru tagihan mereka masih diproses di bagian keuangan kami," ungkapnya kepada Kontan.co.id.

Ia juga menyangkal jika permohonan PKPU ini menunjukkan kondisi keuangan Aje tengah bermasalah.

"Tidak ada masalah keuangan di perusahaan, karena nilai tagihannya juga kecil, pemohon menagih Rp 50 juta, kemudian tagihan dari kreditur lain Rp 250 juta," sambungnya.

Asal tahu, Aje Indonesia merupakan bagian Aje Group, perusahaan food & beverages asal Lima, Peru. Pada 2010 Aje Group mulai merangsek ke pasar Indonesia dengan mendirikan Aje Indonesia yang memproduksi, dan memasarkan Big Cola.

Aje Indonesia sendiri diketahui memiliki tiga pabrik, dua pabrik di Cikarang, dan satu pabrik di Surabaya. Dua pabrik di Cikarang masing-masing berkapasitas 128.000 botol per hari, dan 52.000 ribu botol per hari. Sementara pabrik di Surabaya berkapasitas 56.000 ribu botol per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×