kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Dihadapan Jokowi, Gubernur BI Beberkan 5 Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan


Kamis, 19 September 2024 / 15:59 WIB
Dihadapan Jokowi, Gubernur BI Beberkan 5 Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan
ILUSTRASI. Gubernur BI ungkap 5 tantangan ekonomi Indonesia


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-SOLO. Gubernur Bank Indonesia sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia ke depan.

Hal tersebut disampaikan Perry di hadapan Presiden Jokowi (Jokowi) saat menghadiri Pembukaan Kongres ISEI XXII dan Seminar Nasional 2024 di Solo, Kamis (19/9).

Tantangan pertama, kata Perry adalah perubahan siklus ekonomi dan keuangan yang semakin cepat serta berisiko menimbulkan kerentanan.

"Itulah kenapa kebijakan publik stabilitas makroekonomi perlu dijaga," ujar Perry dalam acara tersebut.

Kedua, pergeseran pola sumber pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya dari Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok, Indonesia dan India.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Catat Hasil Investasi Rp 34,27 Triliun hingga Agustus 2024

"Itulah kenapa hilirisasi, reformasi struktural perlu dilakukan," katanya.

Menurutnya, hilirisasi menjadi salah satu contoh yang Indonesia telah lakukan bagaimana sumber daya alam (natural resources) diolah menjadi bernilai tambah tinggi.

"Ekspor value added yang lebih tinggi. Itulah kenapa defisit transaksi berjalan bisa di balik  menjadi surplus," imbuh Perry.

Tantangan ketiga adalah perubahan demografi di negara maju dan berkembang.

"Perubahan demografi yang semakin menua di negara maju, namun milenial di negara kita. Itulah mengapa digitalisasi perlu kita dorong untuk our future generation," tambahnya.

Dan tantangan selanjutnya adalah perkembangan digitalisasi yang pesat serta inklusi dan ekonomi hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×