kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Di tengah banyaknya profesi bidang hukum, Jokowi dorong profesi hakim


Rabu, 26 Februari 2020 / 14:19 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat terbatas lanjutan pembahasan dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menjanjikan akan terus mendorong profesi hakim. Hal itu untuk menjamin kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hakim ke depan. 

Pasalnya saat ini telah berkembang profesi di bidang hukum. "Di tengah banyaknya profesi-profesi baru di bidang hukum yang menjanjikan minat untuk menjadi hakim juga harus terus didorong," ujar Jokowi saat menghadiri sidang pleno Mahkamah Agung, Rabu (26/2).

Baca Juga: Jokowi apresiasi kerja MA tuntaskan perkara

Jokowi bilang peningkatan kualitas SDM dalam peradilan menjadi hal penting. Hal itu akan berkaitan pada kualitas putusan yang dibuat oleh hakim nantinya.

Oleh karena itu calon hakim tersebut perlu didorong terutama masuk ke fakultas hukum terbaik. Selain calon hakim, peningkatan SDM juga perlu dilakukan bagi hakim yan bsudah ada.

Jokowi mengapresiasi langkah MA dan Komisi Yudisial (KY) yang melakukan pengawasan hakim. Kredibilitas hakim akan berpengaruh pada kredibilitas peradilan. "Karena itu lewat reward dan punishment harus diterapkan secara konsisten," terang Jokowi.

Baca Juga: Jokowi pastikan belum akan lakukan reshuffle kabinet

Hakim yang bersih dan berkualitas harus diberikan apresiasi dan penghargaan. Sehingga nantinya tercipta peradilan yang bersih dan meningkatkan kepercayaan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×