kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Demokrat: Timwas Century itu bukan KPK!


Jumat, 29 November 2013 / 14:41 WIB
Demokrat: Timwas Century itu bukan KPK!
ILUSTRASI. Investor wajib menyimak, apa langkah pertama yang dilakukan Warren Buffett saat terjadi market crash. REUTERS/Shannon Stapleton


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan fungsi Tim Pengawas (Timwas) Bank Century hanya mengawasi saja, bukan merangkap tugas sebagai penyidik layaknya KPK.

"Timwas Century wewenangnya mengawasi, tidak kemudian jadi penyidik. Timwas ini bagian kecil dari DPR yang dapat mandat dari Paripurna. Jadi kalau ada apa-apa bawa ke Paripurna dan putuskan di Paripurna," katanya di Gedung DPR (29/11).

Hal tersebut diungkapkan oleh Nurhayati menanggapi rencana Timwas Bank Century yang akan memanggil Wakil Presiden Boediono ke DPR.

"Timwas tidak melakukan penyidikan, itu KPK. Kita tidak melakukan pengadilan, Timwas bukan hakim. Jadi tidak kemudian mengeksekusi. Saya minta Timwas kembali kepada yang diamanatkan di Paripurna," imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Pengawas kasus Bank Century berencana akan memanggil Wakil Presiden Boediono. Rencana itu menyikapi perkembangan terakhir pemeriksaan mantan Gubernur Bank Indonesia itu terkait skandal dana talangan atau bailout Bank Century oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×