kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Demokrat: Timwas Century itu bukan KPK!


Jumat, 29 November 2013 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Investor wajib menyimak, apa langkah pertama yang dilakukan Warren Buffett saat terjadi market crash. REUTERS/Shannon Stapleton


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan fungsi Tim Pengawas (Timwas) Bank Century hanya mengawasi saja, bukan merangkap tugas sebagai penyidik layaknya KPK.

"Timwas Century wewenangnya mengawasi, tidak kemudian jadi penyidik. Timwas ini bagian kecil dari DPR yang dapat mandat dari Paripurna. Jadi kalau ada apa-apa bawa ke Paripurna dan putuskan di Paripurna," katanya di Gedung DPR (29/11).

Hal tersebut diungkapkan oleh Nurhayati menanggapi rencana Timwas Bank Century yang akan memanggil Wakil Presiden Boediono ke DPR.

"Timwas tidak melakukan penyidikan, itu KPK. Kita tidak melakukan pengadilan, Timwas bukan hakim. Jadi tidak kemudian mengeksekusi. Saya minta Timwas kembali kepada yang diamanatkan di Paripurna," imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Pengawas kasus Bank Century berencana akan memanggil Wakil Presiden Boediono. Rencana itu menyikapi perkembangan terakhir pemeriksaan mantan Gubernur Bank Indonesia itu terkait skandal dana talangan atau bailout Bank Century oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×