kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Defisit RAPBN 2026 Melebar Jadi 2,68%, Menkeu Purbaya: Tidak Bahaya!


Kamis, 18 September 2025 / 15:40 WIB
Defisit RAPBN 2026 Melebar Jadi 2,68%, Menkeu Purbaya: Tidak Bahaya!
ILUSTRASI. Pemerintah dan DPR sepakat defisit RAPBN 2026 naik jadi Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI akhirnya sepakat untuk mengerek defisit Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan target awal yang sebesar Rp 638,8 triliun atau setara 2,48% PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kenaikan defisit dalam RAPBN 2026 tersebut masih aman karena masih berada di bawah batas 3% PDB.

"Itu apalagi menanyakan bahaya apa enggak, itu enggak apa-apa," ujar Purbaya di Gedung DPR, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Kerek Defisit RAPBN 2026, Jadi 2,68%

Ia menambahkan bahwa kenaikan defisit tersebut diperlukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Purbaya juga meminta agar pasar tidak khawatir karena pemerintah tetap akan menjaga defisit fiskal secara hati-hati.

"Jadi gak usah takut. Kita tetap hati-hati," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×