kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Defisit RAPBN 2026 Melebar Jadi 2,68%, Menkeu Purbaya: Tidak Bahaya!


Kamis, 18 September 2025 / 15:40 WIB
Defisit RAPBN 2026 Melebar Jadi 2,68%, Menkeu Purbaya: Tidak Bahaya!
ILUSTRASI. Pemerintah dan DPR sepakat defisit RAPBN 2026 naik jadi Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI akhirnya sepakat untuk mengerek defisit Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan target awal yang sebesar Rp 638,8 triliun atau setara 2,48% PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kenaikan defisit dalam RAPBN 2026 tersebut masih aman karena masih berada di bawah batas 3% PDB.

"Itu apalagi menanyakan bahaya apa enggak, itu enggak apa-apa," ujar Purbaya di Gedung DPR, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Kerek Defisit RAPBN 2026, Jadi 2,68%

Ia menambahkan bahwa kenaikan defisit tersebut diperlukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Purbaya juga meminta agar pasar tidak khawatir karena pemerintah tetap akan menjaga defisit fiskal secara hati-hati.

"Jadi gak usah takut. Kita tetap hati-hati," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×