kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.045   160,83   2,73%
  • KOMPAS100 787   23,84   3,12%
  • LQ45 595   17,14   2,97%
  • ISSI 209   5,87   2,88%
  • IDX30 337   9,77   2,99%
  • IDXHIDIV20 413   11,28   2,80%
  • IDX80 89   2,67   3,08%
  • IDXV30 112   3,24   2,98%
  • IDXQ30 108   3,23   3,08%

Daya beli masyarakat jadi kunci memulihkan ekonomi Indonesia


Rabu, 05 Agustus 2020 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah berupaya mendongkrak daya beli masyarakat untuk memulihkan ekonomi nasional dari ancaman resesi.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain menggenjot belanja pemerintah, pemerintah juga berupaya mendongkrak daya beli masyarakat untuk memulihkan ekonomi nasional dari ancaman resesi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan daya beli menjadi kunci memulihkan perekonomian. Ia menyebut, daya beli atau konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak untuk menggerakan perekonomian.

Baca Juga: Ekonomi minus 5,32%, ini sektor ekonomi yang masih tumbuh di kuartal II 2020

Airlangga berharap, dengan langkah memulihkan daya beli, pertumbuhan ekonomi yang negatif pada kuartal II-2020 bisa diperbaiki pada kuartal III-2020 dan bisa segera pulih.

“Daya beli masyarakat akan terjaga melalui bansos dan subsidi, untuk masyarakat miskin dan rentan,” kata Airlangga dalam live conference, Rabu (5/8).

Ia menambahkan, pemerintah terus berkomitmen tetap menjaga daya beli dan permintaan dalam negeri dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Jadi kontributor pertumbuhan terbesar, ekonomi Pulau Jawa anjlok dalam di kuartal II

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×