kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.056   -21,00   -0,12%
  • IDX 5.838   -2,15   -0,04%
  • KOMPAS100 774   2,13   0,28%
  • LQ45 579   -2,25   -0,39%
  • ISSI 204   0,92   0,45%
  • IDX30 327   -1,96   -0,60%
  • IDXHIDIV20 403   -4,00   -0,98%
  • IDX80 87   0,09   0,10%
  • IDXV30 110   -1,52   -1,37%
  • IDXQ30 105   -0,66   -0,62%

Ekonomi minus 5,32%, ini sektor ekonomi yang masih tumbuh di kuartal II 2020


Rabu, 05 Agustus 2020 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada beberapa sektor perekonomian di Indonesia yang masih tumbuh positif meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 jeblok dan tumbuh negatif 5,32%.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, ada beberapa sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II 2020. Ia menyebut, sektor infokom tumbuh 10,88% yoy, jasa kesehatan tumbuh 3,71% yoy, pengadaan air tumbuh 4,56% yoy, real estate tumbuh 2,30% yoy, pertanian tumbuh 2,19% yoy, jasa pendidikan tumbuh 1,21%yoy dan jasa keuangan tumbuh 1,03% yoy.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih di kuartal III

Sementara, beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal II 2020 yakni pertambangan -2,72% yoy, transportasi dan pergudangan juga menjadi sektor yang terkontraksi terdalam hingga -30,84% yoy. Lalu, sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebesar -22,02% yoy akibat berkurangnya minat masyarakat berkunjung ke mal dan tempat makan.

“Transportasi udara juga turun yang terdalam akibat Covid-19 karena tentunya adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan jumlah orang yang traveling juga semakin berkurang,” ujar Airlangga dalam live conference, Rabu (5/8).

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi minus 5,32% terburuk sejak 1999, seberapa buruk ketika itu?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×