kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Darmin: Malu Dong, Menyumbang Pemilu Kok Tak Punya NPWP


Rabu, 21 Januari 2009 / 13:53 WIB


Reporter: Martina Prianti |

JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution mengaku, kewajiban menyertakan nomor pokok wajib pajak (NPWP) bagi penyumbang dana kampanye yang diatas Rp 20 juta merupakan usul instansinya.

Darmin mengatakan, usul tersebut terkait nilai atas batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang hanya Rp 15,8 juta per tahun. "Masa mereka tidak punya NPWP, harusnya punya dong karena sumbanganya sudah di atas PTKP. Makanya kita usulkan itu," ujar Darmin, Selasa (21/1).

Usul Ditjen Pajak tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak UU Pemilu disahkan oleh pemerintah dan DPR beberapa waktu lalu.

Darmin menegaskan, kewajiban menyertakan NPWP yang bakal diatur lewat keputusan Komisi Pemilihan Umum(KPU) tersebut bukan karena pemerintah bakal mengenakan pajak terhadap partai politik (parpol). Melainkan, kewajiban dari penyumbang dana kampanye itu sendiri.

Menurut dia, pemerintah berharap dengan adanya kewajiban menyertakan NPWP tersebut dapat mendorong keterbukaan dan transparasi. "Alasan kedua, kalau hanya pakai nama saja, akan banyak sekali orang yang pakai nama yang sama," imbuhnya.

Darmin melanjutkan, data NPWP yang bakal diserahkan kepada KPU diharapkan ke depan dapat digunakan untuk melihat kepatuhan pembayaran pajak dari penyumbang dana kampanye. Termasuk, alokasi dana yang digunakan untuk belanja iklan parpol.

"Orang-orang yang memasang iklan ini kalau orang pribadi akan kita cek kewajiban pajaknya kok bisa pengeluarannya seperti itu. Memang berapa sih penghasilan dia," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×