Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) membuka pendaftaran gelombang kedua bagi mitra proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek strategis ini rencananya akan menyasar 20 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, proses lelang tahap kedua ini akan berjalan lebih akseleratif dibandingkan tahap sebelumnya. Pihaknya optimistis bisa memangkas waktu birokrasi jauh di bawah standar internasional.
"Tahap pertama itu sudah sangat cepat ya, kalau dilihat standar World Bank itu bisa sampai 45 bulan, sangat lama, ini hanya 4 bulan kita selesaikan, yang tahap kedua ini akan jauh lebih cepat lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: BGN Akui Celah Program MBG, Siapkan Langkah Perbaikan Usai Sorotan KPK
Pandu menyebut, minat investor terhadap proyek pengelolaan sampah ini sangat signifikan. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 calon mitra telah menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta dalam tender yang akan diumumkan secara resmi pada bulan ini.
"Tadi kita baru lapor ke Pak Menko (Menko Pangan Zulkifli Hasan) 100 lebih peminat untuk tahap kedua ini. Alhamdulillah antusiasmenya sangat tinggi, walaupun dengan inisial waktu yang jauh lebih cepat. Sebentar lagi kita akan announce, itu kita sudah masukin juga bidder-bidder yang tertarik," lanjutnya.
Pandu menyebutkan, para peminat proyek PSEL ini tidak hanya datang dari pemain domestik, tetapi juga mancanegara. Dia merinci partisipan berasal dari Singapura, Jepang, Korea, Eropa, hingga China.
Terkait target investasi, Danantara mematok angka yang kompetitif guna memastikan keberlanjutan proyek di 20 titik lokasi tersebut.
"Tahap dua sama, kemarin kita bilang minimum 30%, mungkin kita akan lebih juga. Nanti kita lihatlah, kan akan kita announce, tapi minimum harusnya sama kalau bisa lebih baik lagi," pungkasnya.
Baca Juga: Biaya Haji Bengkak Rp 1,77 Triliun, Ini Sumber Anggaran Penutupnya
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE) tahap I akan mulai beroperasi pada awal tahun 2028.
Zulkifli menjelaskan, percepatan ini krusial mengingat volume sampah, khususnya di Jakarta, sudah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan. Proyek ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap untuk mengurai tumpukan sampah di berbagai wilayah strategis.
"Kita sudah masuk kategori darurat sampah, oleh karena itu ada beberapa cara yang kita akan selesaikan. Seperti yang sudah kita tahu ada waste to energy, ada lagi nanti yang di bawah 1.000 (ton) dan seterusnya," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Untuk tahap pertama, sudah ada empat lokasi yang telah terkontrak melalui Danantara, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Pemerintah menjadwalkan pengerjaan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat.
"Juni Insya Allah akan groundbreaking mulai pengerjaan, itu tahap 1," imbuhnya.
Baca Juga: Bidik Pasar China, Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bond di Semester II 2026
Zulkifli merinci, target besar pemerintah adalah menyelesaikan empat proyek tahap I ini sepenuhnya pada awal 2028. Namun, sebagian dari proyek Waste to Energy tersebut dijanjikan sudah bisa mulai digunakan pada akhir 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













