kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Bidik Pasar China, Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bond di Semester II 2026


Selasa, 21 April 2026 / 16:37 WIB
Bidik Pasar China, Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bond di Semester II 2026
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) berencana menerbitkan surat utang global dalam mata uang Renminbi (RMB) di pasar domestik Mainland China (China Daratan) yang disebut Panda Bond.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, penerbitan Panda Bond tersebut ditargetkan berlangsung pada semester II tahun 2026 sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan global.

Menurut Purbaya, langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memperluas basis investor sekaligus menekan biaya pendanaan negara. Ia menyebut, pembiayaan di pasar China relatif lebih murah, dengan tingkat bunga yang bisa mencapai sekitar 2,3%.

Baca Juga: Korupsi Pengadaan Masih Jadi Ladang Utama, Pengamat: Sistem Masih Mudah Direkayasa

“Salah satu perintah Bapak Presiden adalah melakukan diversifikasi sumber pembiayaan global. Waktu saya bertemu Menteri Keuangan China, kita diskusi cukup panjang. Kita sampaikan keinginan menerbitkan Panda Bond dan mereka sangat setuju,” ujar Purbaya kepada Kontan saat ditemui di kantor Kemenkeu, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, selain membuka peluang penerbitan Panda Bond oleh Indonesia, pemerintah China juga mengusulkan skema timbal balik, yakni kemungkinan penerbitan surat utang mereka di pasar Indonesia.

Purbaya menilai, kerja sama ini akan memperkuat hubungan keuangan bilateral yang selama ini sudah terjalin erat, mengingat China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa rencana penerbitan ini juga menjadi bagian dari strategi negosiasi pemerintah dalam menarik minat investor global. Ia bahkan menyampaikan rencana penerbitan Panda Bond tersebut kepada investor di Amerika Serikat sebagai sinyal bahwa Indonesia memiliki alternatif sumber pembiayaan yang kompetitif.

Baca Juga: Purbaya Lantik 5 Pejabat Eselon I & II, Tekankan Tanggungjawab di Saat Gejolak Global

“Jadi saya kasih tahu ke investor bond di Amerika Serikat, bahasa halusnya, kalau kalian (AS) tidak berminat, kita punya opsi lain dengan biaya yang lebih murah. Itu trik halus cara strategi negosiasi kita,” jelas Purbaya.

Dari sisi minat investor, Purbaya menyebut respons dari lembaga keuangan China cukup positif. Salah satunya datang dari Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), bank terbesar di China, yang disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap instrumen global bond tersebut.

Ia juga memastikan dukungan dari otoritas keuangan China terhadap rencana ini, sehingga memberikan keyakinan bahwa proses penerbitan Panda Bond dapat berjalan lancar.

Sebagai informasi, Panda Bond merupakan instrumen surat utang berdenominasi Renminbi yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China. Instrumen ini berbeda dengan Dim Sum Bond yang diterbitkan di pasar offshore seperti Hong Kong.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat memperluas akses pembiayaan, menurunkan biaya utang, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan global di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×