kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dana tanggap darurat masih tersisa Rp 930 miliar


Rabu, 24 November 2010 / 13:13 WIB
ILUSTRASI. PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Dana tanggap darurat bencana masih tersisa sebesar Rp 930 miliar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dana tersebut cukup hingga akhir tahun nanti.

Tahun ini, pemerintah mengalokasi dana tanggap darurat bencana sebesar Rp 3,69 triliun. Dana tersebut masih ditambah pengajuan baru saat bencana Gunung Merapi meletus Rp 100 miliar, sehingga total anggaran Rp 3,79 triliun.

Agus bilang dana yang sudah terpakai sebesar Rp 2,8 triliun. Dana tersebut terpakai sejak masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Sumatera Barat hingga Gunung Merapi meletus.

Apalagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP) juga menerima anggaran khusus Rp 369 miliar. Selain itu, BNPB juga mendapat hibah dana dari luar negeri. "Dana tersebut bisa sewaktu-waktu digunakan BNPB seandainya ada bencana," jelas Agus.

Sementara, untuk proses perbaikan dan pembangunan kembali daerah-daerah bencana, pemerintah akan menggunakan anggaran yang lain. Selain dari APBN, pemerintah juga akan menggunakan dana APBD.

Untuk 2011, Agus menjelaskan, dana tanggap darurat sudah dianggarkan Rp 4 triliun. Nantinya, bila dana itu kurang, pemerintah masih memiliki dana cadangan yang tersimpan di rekening Badan Anggaran 099. "BNPB bisa mengajukan dana tambahan bila memang masih kurang," tandas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×