kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Dana penanganan banjir di PUPR terbebas pemotongan


Senin, 05 September 2016 / 15:03 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perubahan iklim mengubah pula pola musim hujan dan kemarau di Indonesia. Kini, hujan deras bisa datang di bulan-bulan yang seharusnya merupakan musim kemarau.

Salah satu akibatnya banjir di seputar Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, berbagai daerah juga tak luput dari bencana banjir akibat rob.

Menanggapi hal itu, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Lolly Martina Martief mengakui kinerja infrastruktur sumber daya air, seperti sungai dan waduk memang kurang efektif bahkan cenderung menurun. "Sekarang banyak pemukiman dibangun di daerah aliran sungai dan irigasi. Ini mengurangi kualitas dan kuantitas air irigasi," kata Lolly kepada media, Senin (5/9)

Karena itu, pada tahun 2016 ini kementerian PUPR sudah menyiapkan Rp 4,03 triliun untuk penanganan banjir. Lolly pun sudah memastikan anggaran tersebut tidak terpotong sebagai akibat instruksi presiden No. 8/2016 tentang langkah-langkah penghematan belanja kementerian/lembaga.

Saat ini di gudang Ditjen SDA juga sudah disiapkan bahan banjiran, diantaranya sekitar 5.000 bronjong kawat dan sekitar 18.000 sandbag yang digunakan untuk menahan laju air. Untuk mengantisipasi puncak hujan pada bulan November 2016, Dirjen SDA pun sedang menambah stock bronjong sebanyak 20.000 unit dan 123.000 sandbag.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×