kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.907   25,00   0,15%
  • IDX 9.056   23,57   0,26%
  • KOMPAS100 1.253   5,04   0,40%
  • LQ45 888   6,09   0,69%
  • ISSI 330   -0,59   -0,18%
  • IDX30 452   3,36   0,75%
  • IDXHIDIV20 534   4,96   0,94%
  • IDX80 139   0,51   0,37%
  • IDXV30 147   0,35   0,24%
  • IDXQ30 145   1,36   0,95%

Dana Likuiditas Perumahan untuk 180.000 Unit Rumah


Kamis, 29 Juli 2010 / 14:37 WIB
Dana Likuiditas Perumahan untuk 180.000 Unit Rumah


Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah telah menyiapkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan sebesar Rp 2,683 triliun untuk semester kedua tahun ini. Dana ini untuk membiayai 180.000 unit rumah bersubsidi.

Rinciannya, sebanyak 30.000 untuk rumah susun milik sendiri dan 150.000 rumah sederhana sehat (RSH). Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yakin fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini bisa terserap.

Keyakinan Suharso ini didasari kinerja Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menyalurkan kredit perumahan. Dia bilang, BTN sampai semester pertama lalu telah menyalurkan kredit untuk sekitar 57.000 unit rumah bersubsidi. “BTN sanggup menyalurkan kredit untuk 100 ribuan rumah,” katanya. BTN adalah bank pendamping Badan Layana Umum (BLU) Pembiayaan Perumahan yang baru dibentuk pemerintah.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro yakin realisasi pembiayaan rumah yang dicanangkan perusahaannya sebelumnya bisa berlipat dua. Awalnya BTN mematok target penyaluran kredit tahun ini sebanyak 130.000 unit rumah bersubsidi. "Dengan adanya fasilitas ini bisa dobel," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×