kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana idle di rekening daerah tembus Rp 200 triliun


Rabu, 11 Mei 2016 / 11:15 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Jumlah anggaran pendapatan dan belanja daerah yang belum dimanfaatkan untuk pembangunan dan mandeg di rekening kas daerah semakin meningkat. Berdasarkan data dari Presiden Joko Widodo, pada awal April lalu lalu jumlah dana yang terparkir mencapai Rp 183 triliun. 

Akhir April, dana idle tersebut melonjak Rp 37 triliun menjadi Rp 220 triliun.

Jokowi meminta kepada daerah untuk segera membelanjakan anggaran tersebut untuk menggerakkan ekonomi daerah. Jokowi mengancam, jika anggaran tersebut tersebut tidak segera digunakan, pemerintah pusat akan memberi sanksi ke daerah.

"Bulan empat kemarin saya sudah perintahkan ke Kementerian Keuangan yang tetap simpan uang besar untuk diubah ke Surat Perbendaharaan Negara," katanya saat menutup Musrenbangnas di Istana Negara (11/5).

Selain itu, Jika upaya tersebut tidak membuat kinerja pengelolaan anggaran daerah membaik, Jokowi mengancam, akan mengumumkan nama daerah yang tetap membandel tersebut.

"Saya akan umumkan yang paling banyak," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×