kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   1,00   0,01%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Dampak corona, Bank Dunia: Pemerintah harus segera alihkan pasar ekspor dari China


Selasa, 11 Februari 2020 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Mari Elka Pangestu. ANTARA FOTO/Saptono/wpa/aww.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

Oleh karena itu Indonesia diharapkan dapat segera memindahkan ekspor yang sebelumnya ke China. Mantan Menteri Perdagangan era Susilo Bambang Yudhoyono itu mengungkapkan potensi pasar dalam negeri Indonesia,. "Untungnya kita punya pasar dalam negeri yang besar," terang Mari Elka.

Baca Juga: Respons Menkes terkait tudingan peneliti Harvard soal virus corona di Indonesia

Mari bilang harus segera mengamankan daya beli dalam negeri. Kebijakan tersebut harus didorong untuk menumbuhkan daya beli dan konsumsi dalam negeri meski dalam keadaan ekspor dan investasi melemah.

Selain itu substitusi impor juga perlu dilakukan segera oleh Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi terputusnya rantai pasok bagi industri Indonesia. "Kalau dari sisi impor mungkin terputusnya supply chain karena adanya corona virus ini berarti kita harus cari sumber lain," jelas Mari Elka.

Belajar dari virus SARS atau bencana tsunami di Jepang, hal itu membuat rantai pasok terganggu. Oleh karena itu Indonesia harus mengurangi ketergantungan impor untuk berbagai keperluan industri yang kebanyakan diimpor dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×