kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

CT berharap Perpres broadband segera keluar


Kamis, 07 Agustus 2014 / 22:54 WIB
ILUSTRASI. pertambangan b a t u b a r a PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Foto Dok ITMG


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung (CT) menerima laporan dari Dewan Teknologi Informasi Komunikasi Nasional (Detiknas) pada Kamis (7/8/2014).
Dalam pertemuan tersebut, CT mengatakan bahwa telah berdiskusi dengan Detiknas untuk melahirkan master plan terkait dengan pengembangan jaringan pita lebar (broadband) dengan kordinasi ke beberapa daerah.

"Ini penting untuk perkembangan Indonesia ke depan, untuk mendukungnya diperlukan peraturan presiden (Perpres) untuk segera diterbitkan. Saya akan laporkan ke Presiden, mudah-mudahan Perpres sudah bisa dibuat dan bisa diluncurkan garis besar jaringan broadband dalam industri telekomunikasi," katanya di jakarta, Kamis (7/8/2014)

Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam kesempatan yang sama mengatakan koneksi ke Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara sudah bagus, namun masih kurang untuk daerah Indonesia timur seperti Manado dan Ternate.

"Pulau Jawa lebih unggul untuk jaringan ini. Sementara itu daerah Indonesia timur masih jarang, banyak medan yang tidak mudah karena sangat luas ini perlu strategi dan terobosan supaya terjangkau," katanya.

Dengan Perpres ini maka akan jaringan secara terintegrasi lagi dalam cetak biru yang lebih jelas. Pembicaraannya sendiri sudah dilakukan semenjak 3 tahun lalu, dan diharapkan dalam sebulan ini bisa ditandatangani oleh presiden.

"Kita perlu ada infrastruktur, akan lebih terasa lagi karena negara di luar semakin kompetitif. Semakin tidak mengembangkan jaringan maka kita akan semakin tertinggal," katanya. (Arif Wicaksono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×