kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

China kerjasama empat bidang dengan Indonesia


Jumat, 29 April 2011 / 19:33 WIB
China kerjasama empat bidang dengan Indonesia
ILUSTRASI. Semakin interaktif, aplikasi Facebook Messenger kini dukung fitur share screen


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kunjungan Perdana Menteri China Wen Jiabao mengusung aneka kerjasama ekonomi. Komitmen pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mencakup empat kerjasama.

Pertama, memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepakatan kerjasama di bidang investasi senilai US$10 miliar. Kedua, menyediakan preferencial export buyer credit senilai US$1 miliar.

Ketiga, menyediakan pendanaan komersial senilai US$8 miliar kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia. Keempat, menyediakan dana bantuan untuk meningkatkan kerjasama maritim kedua negara sebesar 1 miliar RMB.

Wen mengatakan pemerintahnya menaruh perhatian besar terhadap peran Indonesia dalam perkembangan politik dan ekonomi. "Kekuatan negara-negara berkembang sudah meningkat dan mereka mengalami tantangan yang berat dan serius," imbuhnya usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jumat (29/4).

Menurut Wen, pemerintah China dan Indonesia akan menggelar pertemuan rutin. Tujuannya, dialog mengenai proses kerjasama ekonomi kedua negara.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan untuk investasi sebesar US$10 miliar tertuang dalam MoU yang ditandantangani oleh pemerintah dengan perusahaan China maupun antar dunia usaha kedua negara. Adapun kerjasama lainnya akan dibahas kembali pada tingkat menteri.

Makanya, kata Hatta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutusnya sebagai special envoy untuk membahasnya bersama pemerintah China. "Kemungkinan pada bulan Juni saya ke China," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×