kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cegah Rambatan Ketegangan Iran-Israel, Pemerintah Siapkan Sejumlah Penangkal


Senin, 15 April 2024 / 17:17 WIB
Cegah Rambatan Ketegangan Iran-Israel, Pemerintah Siapkan Sejumlah Penangkal
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Eskalasi konflik Iran-Israel dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global dan perekonomian Indonesia.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyelenggarakan rapat terbatas dengan seluruh unsur Kedeputian pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berikut dengan sejumlah Duta Besar pada Senin (15/04).

Rapat tersebut diadakan untuk merespons situasi ketegangan Iran dan Israel, karena dikhawatirkan eskalasi konflik tersebut berdampak kepada perekonomian global serta meningkatkan risiko makro ekonomi bagi perekonomian Indonesia. 

Airlangga menyampaikan, rambatan dampak eskalasi konflik kepada pasar finansial Indonesia baru akan terlihat saat pembukaan pasar besok pagi (Selasa, 16/04).

Baca Juga: Menko Airlangga: Optimisme Pelaku Usaha Terdorong Berkat Ramadan dan Lebaran 2024

Namun, ia menegaskan langkah-langkah antisipatif akan disiapkan untuk menjaga kepercayaan pasar atas dampak potensi semakin meningkatnya harga komoditas terutama minyak akibat terganggunya pasokan, serta kenaikan harga emas, sebagai aset safe haven, dan rambatan ke sektor lainnya.

“Konflik tersebut juga akan menimbulkan gangguan pada rantai pasokan melalui terusan Suez yang akan berdampak langsung setidaknya pada kenaikan biaya kargo. Produk yang terganggu antara lain gandum, minyak, dan komponen alat-alat produksi dari Eropa,” tutur Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/4).

Airlangga menyebut secara fundamental, perekonomian Indonesia relatif masih cukup kuat, pertumbuhan ekonomi masih terjaga di atas 5% dengan inflasi yang terkendali.

Sampai dengan Februari 2024, neraca perdagangan Indonesia juga masih mengalami surplus, dan menopang cadangan devisa yang pada posisi terakhir di Maret 2024 tercatat masih kuat.

Baca Juga: 4 Menteri Jokowi Kompak Tegaskan Penyaluran Bansos Tak Terkait Pemilu 2024

Meski begitu, Airlangga menyebut pemerintah tetap akan menyiapkan berbagai upaya untuk menangkal kemungkinan buruk yang bisa tiba-tiba terjadi.

“Pastinya pemerintah tidak tinggal diam, kita akan siapkan sejumlah kebijakan strategis untuk memastikan agar perekonomian nasional tidak terdampak lebih jauh. Tentunya tingkat kepercayaan pasar kepada kemampuan perekonomian nasional untuk merespons dampak eskalasi konflik mesti kita jaga,” tegasnya.

Adapun rapat tersebut, pihaknya juga turut membahas dampak konflik di tingkat regional dan global, kinerja sektor perbankan dan pasar modal, pengendalian inflasi, serta rencana koordinasi bauran kebijakan fiskal dan moneter dengan otoritas terkait untuk strategi pengendalian nilai tukar dan pengelolaan defisit anggaran ke depan.

Baca Juga: Suara Golkar Disebut Naik Efek Bansos, Ini Kata Airlangga

Ia berharap, para pelaku pasar untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah spekulatif. Pemerintah akan terus mencermati perkembangan global dan regional yang ada serta akan mengambil langkah-langkah yang kuat dan fokus dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Respons kebijakan yang terukur dari Pemerintah kita harapkan akan mampu memitigasi dengan baik dampak eskalasi konflik global saat ini,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×